Sorotan Netizen Pada Influencer Yang Sebut Ayam Gepuk Makanan Pria SejatiSorotan Netizen Pada Influencer Yang Sebut Ayam Gepuk Makanan Pria Sejati

Unggahan influencer yang menyebut ayam gepuk sebagai makanan pria sejati jadi sorotan netizen dan viral di media sosial.

Sorotan Netizen Pada Influencer Yang Sebut Ayam Gepuk Makanan Pria Sejati

Unggahan terbaru seorang influencer memicu perdebatan seru di media sosial. Ia menyebut ayam gepuk sebagai “makanan pria sejati,” menimbulkan tanggapan beragam dari warganet. Apa yang sebenarnya terjadi dan mengapa pernyataan ini jadi viral? Simak ulasannya berikut di .

Influencer Malaysia Tuai Kontroversi karena Pernyataan Soal Makanan

Seorang influencer asal Malaysia bernama DMA Islam menjadi sorotan publik setelah unggahannya di media sosial memicu polemik. Pria berusia 23 tahun itu dikritik karena mengaitkan pilihan makanan dengan maskulinitas dan orientasi seksual.

Konten tersebut pertama kali dibagikan melalui platform Threads pada 8 Februari 2026 dan dengan cepat menarik perhatian warganet. Banyak pengguna menilai pandangannya terlalu menyederhanakan identitas seseorang hanya berdasarkan preferensi kuliner.

Perdebatan pun tak terhindarkan, terutama karena topik yang diangkat menyentuh isu sensitif. Dalam waktu singkat, unggahan itu menyebar luas dan memancing reaksi beragam dari pengguna internet.

Daftar Makanan Yang Disebut Menentukan Maskulinitas

Dalam postingannya, DMA Islam menyusun daftar makanan dan minuman yang menurutnya mencerminkan karakter seorang pria. Ia menyebut ada jenis hidangan tertentu yang dianggap menggambarkan sosok “alpha” atau pria dominan.

Salah satu makanan yang ia soroti adalah ayam gepuk, hidangan ayam goreng khas Indonesia yang disajikan dengan sambal pedas. Menu tersebut digambarkan sebagai pilihan bagi pria tangguh yang mampu menghadapi sensasi rasa kuat.

Dilansir dari Mothership, Kamis (12/02/2026), ia juga menambahkan bahwa minuman seperti kopi Americano termasuk dalam kategori yang sama. Baginya, rasa pahit melambangkan ketegasan serta kepercayaan diri seseorang.

Baca Juga: Heboh Di Medsos! Netizen Kuliti Dugaan Penipuan Satria Mahathir Soal iPhone 16 Palsu

Ayam Gepuk Dan Popularitasnya Di Malaysia

 Ayam Gepuk Dan Popularitasnya Di Malaysia 700

Ayam gepuk sendiri berasal dari Yogyakarta dan dikenal luas karena perpaduan ayam renyah serta sambal yang menggugah selera. Dalam beberapa tahun terakhir, makanan ini semakin populer di Malaysia dan mudah ditemukan di berbagai tempat makan.

Kepopuleran tersebut membuat banyak orang menganggap ayam gepuk sebagai menu yang akrab bagi berbagai kalangan. Tak hanya digemari pria, hidangan ini juga disukai keluarga hingga anak muda.

Karena itulah, sebagian netizen merasa heran ketika makanan populer itu dijadikan simbol maskulinitas. Banyak yang menilai bahwa selera makan seharusnya tidak dikaitkan dengan identitas pribadi.

Kategorisasi Makanan Picu Kritik

Selain menonjolkan ayam gepuk, DMA juga mengelompokkan beberapa makanan lain ke dalam kategori berbeda. Laksa dan sushi, misalnya, disebutnya sebagai makanan yang identik dengan pria berkepribadian lembut.

Ia bahkan mengaitkan konsumsi dua hidangan tersebut dengan kurangnya kekuatan atau dominasi. Namun, tidak ada penjelasan mendalam yang disertakan untuk mendukung klaim tersebut.

Pernyataan itu memicu kritik karena dianggap memperkuat stereotip. Banyak pihak menilai bahwa orientasi seksual maupun karakter seseorang tidak dapat ditentukan oleh makanan favorit.

Respons Netizen Dan Perdebatan Di Media Sosial

Unggahan tersebut memperoleh ratusan tanda suka sekaligus komentar bernada pro dan kontra. Sejumlah pengguna menanggapinya dengan sindiran, sementara yang lain menyampaikan kritik secara terbuka.

Ada netizen yang mempertanyakan logika di balik pernyataan itu, menilai bahwa makanan hanyalah soal selera. Sebagian lainnya menegaskan bahwa mereka tetap akan menikmati berbagai hidangan selama sesuai dengan preferensi pribadi.

Kontroversi ini kembali mengingatkan bahwa konten di media sosial dapat dengan cepat memicu diskusi luas. Di tengah arus informasi yang deras, publik pun semakin kritis dalam menilai pernyataan yang berpotensi menimbulkan stereotip.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari food.detik.com
  • Gambar Kedua dari food.detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *